30 Kata-Kata Pendaki Buat Pacar Romantis Penuh Makna

Gunung adalah sebuah tempat yang indah untuk mengungkapkan kata kata romantis apalagi ketika kalian sudah berhasil naik gunung bersama orang yang sepsial dalam hidup kalian yakni pacar.

Susana gunung yang indah, tenang, penuh akan sebuah makna yang sangat besar bagi mereka yang berhasil sampai ke puncak. Sampai puncak bersama kekasih adalah sebuah perjuangan besar, namun tentu sudah melewati banyak rintangan dan ketika mentari sudah terbit disinilah kalian bisa merasakan arti kebesaran Tuhan yang sudah menyatukan kalian berdua disana.

Terkadang, kita tidak butuh menghafalkan kata, merasakan sesuatu yang secara berlebihan. Semuanya akan mengalir begitu saja ketika sampai di puncak. Malam yang dingin dengan segelas kopi hangat tentu bisa membuka percakapan indah kalian ketika puncak. Ungkapkan rasa, rasakan getaran cinta yang semakin besar dan berharap kalian dipersatukan sampai maut memisahkan.

Teriring dengan rasa yang kian mendalam, kami sajikan kata kata pendaki gunung buat kekasih paling romantis di abad ini.

Kata-Kata Pendaki Buat Pacar

Cinta itu suci penuh akan perjuangan.
Bersamamu di titik ini adalah pengorbanan
Cinta tanpa pengorbanan bak sayur tanpa garam
Hambar terasa
Maka dari itu aku ungkapkan rasa ingin bersama dengan mu di titik ini wahai kekasihku

Dinginya rasa sedingin puncak himalaya
Tegarnya batu ini setegar rasa ingin terus bersama
Lihatlah bagaimana gunung yang tenang
Tanpa harus menutut kebisingan
Aku ingin cinta kita sama halnya dengan gunung ini
Besar, indah, dan keras mengahdapi rintangan


Ribuan kilo ku daki gunung bersamamu
Ribuan krikil kecil ku lewati hingga sampai disini
Ku tak ingin kembali tanpa ada rasa kepastian yang nyata
Nyatakan rasa cintamu seperti apa yang ak rasakan saat ini
Sungguh ini sangat indah dan aku tidak ingin kembali lagi jika tidak bersamamu
Kata-Kata Pendaki Buat Pacar Romantis

Wahai manisku, untuk setiap puncak yang pernah aku jumpai, perjuangan yang aku lakukan tidaklah selalu mudah. Aku sudah terbiasa berjuang. Percayalah, kau adalah salah satu perjuangan hidupku.
Suatu waktu, aku pernah menikmati bunga Edelweis yang dijuluki sebagai bunga abadi. Mitos mengatakan bahwa ia mampu membuat cinta kita abadi. Aku berniat memetiknya untukmu. Namun aku batalkan, karena aku yakin, tanpa bunga Edelweis pun cinta kita akan abadi.
Wahai sayangku, saat aku melihat wajahmu, saat itu pula aku melihat sunset di atas puncak. Wajahmu dan sunset begitu indah dan merona di pelupuk mataku.
Terimakasih kau sudah sudi menjadi teman perjalanan ini, aku yakin kau adalah orang yang sabar dan kuat. Buktinya, sekarang kau sedang duduk di sampingku menyaksikan betapa indahnya puncak tertinggi ini.
Tak pernah terpintas dalam benakku untuk memilih antara kamu atau mendaki gunung. Sebab, hal yang aku inginkan adalah mendaki gunung bersamamu
Kita adalah para pendaki, para pejuang dan para pejalan. Setiap petualangan yang kita kerjakan bersama mengajarkan kita kepada romantis yang berbeda, tidak sama lagi dengan romantisnya anak mall.
Aku sangat terkesan saat kau tertawa dan berbagi kisah kepada heningnya malam, rimbunnya hutan, hangatnya api unggun dan aku.
Terkadang aku pernah berfikir, karena keajaiban tanjakan Cinta di Semerulah yang membuatku berada dalam dekapanmu.
Kau dan alam. Sebuah gambaran sempurna untuk rasa kagum dan kasih sayang, keduanya adalah hal yang harus selalu aku jaga keindahannya.
Setiap hening yang aku rasakan di antara pohon yang menjulang tinggi, selalu meningatkanku akan sosokmu yang begitu anggun dan indah. Aku sangat bersukur bisa mendapatkan pasangan sepertimu.
Sebuah kesamaan antara kamu dan alam, ke-2nya mengajarkan kepadaku tentang arti keindahan.
Wahai manisku, mendakilah bersamaku. Saat di atas puncak nanti, akan kubuktikan betapa cintanya aku kepadamu.
Dalam kehidupan, ada 3 hal yang membuatku sangat bersemangat untuk berjuang. Yakni, impian, puncak gunung dan kau.
Dalam sebuah pendakian, aku pernah mendirikan tenda seorang diri. Masa kau tidak percaya kita berdua bisa mendirikan rumah tangga.
Saat itu, saat mendaki. Kau pernah memasak untukku. Masakan itu memberitahuku bahwa kau adalah wanita yang tepat untuk dijadikan ibu dari anak-anakku kelak.
 Aku ragu, sampai kapan aku akan mendaki gunung. Tapi aku yakin, selamanya aku akan mencintaimu.
 Kita pernah melakukan semuanya bersama-sama. Berjalan di atas track terjal, melewati jalanan berbatu atau sekedar menahan beratnya rasa lapar. Saat melakukan semuanya, kau seharusnya tahu, perlakuanku kepadamu adalah cerminan betapa pentingnya kau dalam hidupku.
Kenangan tentang heningnya malam, tentang desiran angin yang menerpa wajahmu, tentang rangkulan tanganmu untuk membantuku atau tentang rasa lelah di tengah-tengah pendakian. Semua kenangan itu tersimpan rapih dalam memori pikiranku. 
Rasa rindu yang begitu dalam kepada sebuah petualangan dan senyumanmu sedang menguasai pikiranku.
Aku hanya ingin duduk bersamamu di antara bau tanah dan hijaunya dedaunan.
Jangan pernah menyerah ungakpan rasa dimanapun kalian berada, karena wanita pada dasarnya menunggu untuk di sambut geratan cintanya. Jika sudah kalian dapatkan maka jaga ia dan perjuangkan cinta kalian seperti bagaimana perjuangan kalian sampai ke puncah tertinggi gunung yang kalian injak saat ini.